Langsung ke konten utama

Cara Memilih Time Frame Untuk Trading Saham

Time Frame dalam Trading Saham

Kerangka waktu (Time Frame) yang digunakan untuk membentuk grafik tergantung pada kompresi data: data harian, harian, mingguan, bulanan, kuartalan, atau tahunan. Semakin sedikit kompresi data, semakin banyak detail ditampilkan.



Data harian terdiri dari data intraday yang telah dikompres untuk menunjukkan setiap hari sebagai titik data tunggal, atau period. Data mingguan terdiri dari data harian yang telah dikompres untuk ditampilkan setiap minggu sebagai titik data tunggal. 

Perbedaan detail dapat dilihat dengan perbandingan grafik harian dan mingguan di atas. 100 titik data (atau periode) pada grafik harian sama dengan 5 bulan terakhir dari grafik mingguan, yang ditunjukkan oleh data yang ditandai dalam persegi panjang. Semakin banyak data dikompresi, semakin lama jangka waktu yang mungkin untuk menampilkan data. Jika grafik dapat menampilkan 100 titik data, grafik mingguan akan bertahan 100 minggu (hampir 2 tahun). 

Grafik harian yang menampilkan 100 hari akan mewakili sekitar 5 bulan. Ada sekitar 20 hari perdagangan dalam sebulan dan sekitar 252 hari perdagangan dalam setahun. Pilihan kompresi data dan jangka waktu tergantung pada data yang tersedia dan gaya perdagangan atau investasi Anda.

Trader (Pedagang) biasanya berkonsentrasi pada grafik yang terdiri dari data harian dan intraday untuk memperkirakan pergerakan harga jangka pendek. Semakin pendek jangka waktu dan semakin kecil kompresi data, semakin banyak detail yang tersedia. Sementara detailnya panjang, grafik jangka pendek bisa berubah-ubah dan mengandung banyak noise (kebisingan / ketidak-teraturan). Pergerakan harga besar yang tiba-tiba, rentang tinggi-rendah yang lebar dan gap harga dapat memengaruhi volatilitas, yang dapat mengubah gambaran keseluruhan.

Investor biasanya fokus pada grafik mingguan dan bulanan untuk melihat tren jangka panjang dan memperkirakan pergerakan harga jangka panjang. Karena grafik jangka panjang (biasanya 1-4 tahun) mencakup jangka waktu yang lebih lama dengan data terkompresi, pergerakan harga tidak tampak ekstrem dan sering kali lebih sedikit noise.

Orang lain mungkin menggunakan kombinasi grafik jangka panjang dan jangka pendek. Grafik jangka panjang baik untuk menganalisis gambaran besar untuk mendapatkan perspektif luas dari aksi harga historis. Setelah gambaran umum dianalisis, grafik jangka pendek, seperti grafik harian dapat digunakan untuk memperbesar rentang waktu yang lebih sempit (mis. Beberapa bulan terakhir).

sumber: sahamonline.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAYBANK INDONESIA PERKENALKAN APLIKASI MOBILE BANKING M2U

IQPlus,  PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkenalkan mobile banking baru yaitu Maybank app M2U. Aplikasi itu diperkenalkan pada saat pengambilan paket lomba atau yang lebih dikenal dengan Race Pack Collection (RPC) di Maybank Marathon 2019. Adapun semua transaksi selama RPC makin mudah dengan adanya M2U. Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan sejalan dengan perkembangan teknologi digital, Maybank Indonesia fokus pada optimalisasi teknologi digital untuk memberikan pengalaman nasabah yang lebih baik di seluruh touchpoints. Ini ditandai dengan pengenalan M2U, aplikasi mobile banking dengan platform baru yang menawarkan 24/7. "Yaitu kemudahan layanan perbankan yang dapat diakses di manapun dan kapanpun sehingga memberikan customer experience yang lebih baik," kata Taswin, Senin. M2U muncul dengan tampilan yang lebih baru dan semakin fresh, berbeda dengan tampilan sebelumnya dan menawarkan serangkaian fitur unggulan, yakni tampilan yang modern dan...

Cara Membaca Indikator MACD Saham

Bagaimana cara membaca indikator MACD saham ? Bagaimana  cara menggunakan indikator MACD ? Mari kita  belajar indikator MACD  bersama-sama.  Indikator MACD  ini adalah salah satu  indikator saham paling akurat . Jadi jika kita mengerti  cara setting MACD  dan cara menggunakannya, ini tentu akan membantu memberikan keuntungan untuk kita. Penemu  Indikator MACD  adalah Gerald Appel pada tahun 1960-an. MACD adalah singkatan dari  Moving Average Convergence Divergence .  Kegunaan indikator MACD  atau  fungsi indikator MACD  adalah untuk memprediksi peralihan tren dan perubahan momentum. Inilah yang membuat indikator MACD menjadi sangat penting bagi seorang trader atau investor saham. Cara Membaca Indikator MACD Saham Pada  indikator MACD  kita bisa melihat oscilator yang dibagi menjadi dua bagian yang tidak memiliki limit terendah maupun tertinggi, juga terdapat Histogram (warna Biru), yang dipisa...

TELKOMGROUP DUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR IBU KOTA BARU

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung penuh rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur melalui pembangunan infrastruktur yang telah dibangun jauh sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah melakukan pemerataan konektivitas di seluruh negeri dengan menggelar jaringan tulang punggung pita lebar serat optik. "Jaringan infastruktur 'backbone' digital yang telah digelar ini membuat posisi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan berada tepat di tengah-tengah Nusantara sehingga memiliki akses digital dengan kecepatan dan keandalan tinggi menuju seluruh pelosok Indonesia," katanya. Pemerataan konektivitas dan akses informasi hingga ke seluruh pelosok negeri juga menjadi satu hal yang ditekankan Ririek dalam menyambut Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September. Lebih lanjut, khusus wilayah...