Langsung ke konten utama

Analisa Saham ULTJ, ERAA dan BMRI

PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ)

Muncul pola dragonlfy doji candle dengan RSI menguat. Namun, volume perdagangan menurun dan indikator MA5 berpotensi membentuk pola death cross.
Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 1.475
Resistance: Rp 1.560
Achmad Yaki, BCA Sekuritas

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

Indikator stochastic berada di level 80. MACD bergerak sideways di area bawah. Candle mendekati garis atas bolinger band.
Rekomendasi: Hold
Support: Rp 1.900
Resistance: Rp 2.300
Kiswoyo Adi Joe, Narada Asset Management

PT Bank Mandiri  Tbk (BMRI)

Harga pergerakan minor cenderung dalam tren sideways. Harga ditutup candle bullish dan bertahan di atas support 7.300. Indikator stochastic di area netral dengan volume turun.
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 7.275
Resistance: Rp 7.550
Sukarno Alatas, Oso Sekuritas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TELKOMGROUP DUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR IBU KOTA BARU

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung penuh rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur melalui pembangunan infrastruktur yang telah dibangun jauh sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah melakukan pemerataan konektivitas di seluruh negeri dengan menggelar jaringan tulang punggung pita lebar serat optik. "Jaringan infastruktur 'backbone' digital yang telah digelar ini membuat posisi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan berada tepat di tengah-tengah Nusantara sehingga memiliki akses digital dengan kecepatan dan keandalan tinggi menuju seluruh pelosok Indonesia," katanya. Pemerataan konektivitas dan akses informasi hingga ke seluruh pelosok negeri juga menjadi satu hal yang ditekankan Ririek dalam menyambut Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September. Lebih lanjut, khusus wilayah...

Perubahan Jam Bursa Saham Indonesia

Tiga BUMN Menikmati Gurihnya Bisnis Bank Garansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank BUMN optimistis bisnis kredit non tunai melalui layanan bank garansi masih memiliki potensi untuk tumbuh di tahun ini. Prospeknya sejalan dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya telah berhasil membukukan volume bisnis jasa bank garasi sebesar Rp 20,5 triliun hingga Agustus 2019. Dari situ, BRI telah berhasil membukukan pendapatan komisi sebesar Rp 107,2 miliar. "Sektor penyumbang terbesar bisnis bank garansi BRI berasal dari konstruksi dan perdagangan," ungkap Hary Purnomo, Sekretaris BRI, Rabu (18/9). Untuk mendorong pertumbuhan bisnis bank garansi, BRI melakukan inovasi berupa penerbitan bank garansi (BG), standby letter of credit (SBLC) dan demand guarantee secara online. Melalui inovasi tersebut, pengajuan bank garansi serta proses pengecekan dapat dilakukan secara digital melalui sistem cash management BRI. Bisnis bank garansi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga hingga Agust...