Langsung ke konten utama

LABA BANK BRISYARIAH TURUN JADI Rp35,55 MILIAR HINGGA JUNI 2019

IQPlus, (19/08) - PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) alami penurunan laba bersih sebesar 70,4% hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Rp35,55 miliar dibandingkan laba bersih Rp120,16 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan menyebutkan pendapatan naik menjadi Rp1,62 triliun dari pendapatan Rp1,48 triliun dan hak pihak ketiga atas bagi hasil naik jadi Rp668,52 miliar dari Rp640,15 miliar dan hak bagi hasil milik bank mencapai Rp951,63 miliar naik dari Rp845,15 miliar.

Pendapatan usaha lainnya diraih Rp119,08 miliar naik dari Rp81,15 miliar dan beban usaha meningkat menjadi Rp654,42 miliar dari Rp566,73 miliar dan beban cadangan kerugian penurunan nilai aset naik jadi Rp358,46 miliar dari Rp200,53 miliar membuat laba usaha turun menjadi Rp57,83 miliar dari laba usaha Rp159,03 miliar.


Laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp60,21 miliar dari laba sebelum beban pajak Rp161,89 miliar. Jumlah aset perseroan mencapai Rp36,79 triliun hingga periode 30 Juni 2019 turun dari jumlah aset Rp37,91 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TELKOMGROUP DUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR IBU KOTA BARU

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung penuh rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur melalui pembangunan infrastruktur yang telah dibangun jauh sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah melakukan pemerataan konektivitas di seluruh negeri dengan menggelar jaringan tulang punggung pita lebar serat optik. "Jaringan infastruktur 'backbone' digital yang telah digelar ini membuat posisi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan berada tepat di tengah-tengah Nusantara sehingga memiliki akses digital dengan kecepatan dan keandalan tinggi menuju seluruh pelosok Indonesia," katanya. Pemerataan konektivitas dan akses informasi hingga ke seluruh pelosok negeri juga menjadi satu hal yang ditekankan Ririek dalam menyambut Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September. Lebih lanjut, khusus wilayah...

Perubahan Jam Bursa Saham Indonesia

Tiga BUMN Menikmati Gurihnya Bisnis Bank Garansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank BUMN optimistis bisnis kredit non tunai melalui layanan bank garansi masih memiliki potensi untuk tumbuh di tahun ini. Prospeknya sejalan dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya telah berhasil membukukan volume bisnis jasa bank garasi sebesar Rp 20,5 triliun hingga Agustus 2019. Dari situ, BRI telah berhasil membukukan pendapatan komisi sebesar Rp 107,2 miliar. "Sektor penyumbang terbesar bisnis bank garansi BRI berasal dari konstruksi dan perdagangan," ungkap Hary Purnomo, Sekretaris BRI, Rabu (18/9). Untuk mendorong pertumbuhan bisnis bank garansi, BRI melakukan inovasi berupa penerbitan bank garansi (BG), standby letter of credit (SBLC) dan demand guarantee secara online. Melalui inovasi tersebut, pengajuan bank garansi serta proses pengecekan dapat dilakukan secara digital melalui sistem cash management BRI. Bisnis bank garansi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga hingga Agust...