Langsung ke konten utama

TPIA | PENDAPATAN DAN LABA CHANDRA ASRI TURUN HINGGA JUNI 2019

IQPlus, (24/09) - Pendapatan bersih PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) alami penurunan menjadi US$1,05 miliar hingga periode 30 Juni 2019 dibandingkan pendapatan bersih US$1,29 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan turun menjadi US$918,80 juta dari US$1,05 miliar dan laba kotor menjadi US$134,86 juta dari laba kotor tahun sebelumnya yang US$237,81 juta.

Laba sebelum pajak turun menjadi US$55,44 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya US$159,22 juta. Laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi US$32,92 juta dari laba US$115,21 juta tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan mencapai US$3,19 miliar hingga periode 30 Juni 2019 naik dari jumlah aset US$3,17 miliar hingga periode 31 Desember 2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perubahan Jam Bursa Saham Indonesia

Kelebihan Pasokan Ayam Masih Mengancam, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham Poultry

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan bagi industri perunggasan atau poultry masih cukup besar di sisa tahun ini. Ini seiring pelemahan harga ayam jenis broiler dan day old chicken (DOC) yang masih terjadi. Sebelumnya, pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, memandatkan kepada 48 produsen unggas di Indonesia melakukan program culling atau pemusnahan ayam broiler berusia di atas 68 minggu. Program ini digelar pada 26 Juni sampai 9 Juli lalu. Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin mengatakan, pasca pelaksanaan program tersebut, harga rata-rata ayam hidup di Juli sebenarnya mulai pulih. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama. Buktinya, di sejumlah daerah, harga rata-rata ayam hidup kembali turun. Misalnya di Jawa Barat, harga rata-rata ayam hidup di Agustus turun sekitar 10,9% dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan harga terjadi lantaran permintaan masyarakat terhadap ayam cenderung melambat. Bahkan, Idul Adha gagal mengangkat permintaan terhadap ayam. Pelemahan ini pun berla...

TELKOMGROUP DUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR IBU KOTA BARU

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung penuh rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur melalui pembangunan infrastruktur yang telah dibangun jauh sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah melakukan pemerataan konektivitas di seluruh negeri dengan menggelar jaringan tulang punggung pita lebar serat optik. "Jaringan infastruktur 'backbone' digital yang telah digelar ini membuat posisi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan berada tepat di tengah-tengah Nusantara sehingga memiliki akses digital dengan kecepatan dan keandalan tinggi menuju seluruh pelosok Indonesia," katanya. Pemerataan konektivitas dan akses informasi hingga ke seluruh pelosok negeri juga menjadi satu hal yang ditekankan Ririek dalam menyambut Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September. Lebih lanjut, khusus wilayah...