Langsung ke konten utama

Ada Transaksi Tak Wajar di Saham GGRM dan SILO


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) bergerak tak wajar pada perdagangan.

Bahkan saham GGRM telah menjadi saham paling aktif diperdagangkan dari segi nilai pada perdagangan kemarin.

Melihat data RTI, saham emiten rokok ini ditransaksikan dengan volume 8,49 juta saham senilai Rp 601,59 miliar. Broker Sinarmas Sekuritas (DH) menjadi broker dengan pembelian terbesar, mencapai 3,446 juta saham atau senilai Rp 251,5 miliar.

Sinarmas mulai aktif melakukan pembelian di sesi kedua di rentang harga Rp 69.175 hingga Rp 73.675.

Saham GGRM yang di awal perdagangan dibuka di harga Rp 69.075 dan bergerak stabil pun melesat ke level tertinggi Rp 74.800 di pukul 14.30 WIB. Jelang satu jam kemudian, saham ini ambruk kembali ke level Rp 68.275 dan sempat menyentuh level terendah di harga Rp 66.575 per saham.

Di akhir perdagangan, saham GGRM ditutup di harga Rp 68.275 per saham atau turun 1,16% dari hari sebelumnya.

Pergerakan saham SILO juga hampir sama saja. Sejak pukul 14.00 WIB, saham SILO bergerak naik. Bahkan sempat berada di level tertinggi di Rp 8.350 per saham atau naik 22,97% dari penutupan hari sebelumnya Rp 6.975.

Namun hanya dalam hitungan satu jam, harga saham SILO anjlok 16,47% ke level Rp 6.975 per saham. Dari RTI tercatat, broker paling aktif bertransaksi adalah Sinarmas dengan nilai pembelian sebanyak 2,6 juta saham. Tak hanya transaksi beli, broker DH ini juga melakukan aksi jual dalam waktu sama.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai transaksi beli Sinarmas sebesar Rp 19,56 miliar sedangkan nilai transaksi jual sebesar Rp 16,31 miliar. Meski begitu pada akhir perdagangan, harga saham SILO justru ditutup melemah 2,51% di Rp 6.800 per saham.

Kabar beredar, ada kesalahan input transaksi dalam dua saham pada broker Sinarmas. Namun saat KONTAN mencoba menghubungi manajemen Sinarmas Sekuritas, belum ada tanggapan mengenai kabar ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TELKOMGROUP DUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR IBU KOTA BARU

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung penuh rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur melalui pembangunan infrastruktur yang telah dibangun jauh sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah melakukan pemerataan konektivitas di seluruh negeri dengan menggelar jaringan tulang punggung pita lebar serat optik. "Jaringan infastruktur 'backbone' digital yang telah digelar ini membuat posisi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan berada tepat di tengah-tengah Nusantara sehingga memiliki akses digital dengan kecepatan dan keandalan tinggi menuju seluruh pelosok Indonesia," katanya. Pemerataan konektivitas dan akses informasi hingga ke seluruh pelosok negeri juga menjadi satu hal yang ditekankan Ririek dalam menyambut Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September. Lebih lanjut, khusus wilayah...

Perubahan Jam Bursa Saham Indonesia

Tiga BUMN Menikmati Gurihnya Bisnis Bank Garansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank BUMN optimistis bisnis kredit non tunai melalui layanan bank garansi masih memiliki potensi untuk tumbuh di tahun ini. Prospeknya sejalan dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya telah berhasil membukukan volume bisnis jasa bank garasi sebesar Rp 20,5 triliun hingga Agustus 2019. Dari situ, BRI telah berhasil membukukan pendapatan komisi sebesar Rp 107,2 miliar. "Sektor penyumbang terbesar bisnis bank garansi BRI berasal dari konstruksi dan perdagangan," ungkap Hary Purnomo, Sekretaris BRI, Rabu (18/9). Untuk mendorong pertumbuhan bisnis bank garansi, BRI melakukan inovasi berupa penerbitan bank garansi (BG), standby letter of credit (SBLC) dan demand guarantee secara online. Melalui inovasi tersebut, pengajuan bank garansi serta proses pengecekan dapat dilakukan secara digital melalui sistem cash management BRI. Bisnis bank garansi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga hingga Agust...