Langsung ke konten utama

Analisa Saham AKRA, ANTM, PGAS dan JPFA


MNC Daily Scope Wave


Pekan lalu (30/8), IHSG ditutup menguat 0,6% ke level 6,328. Kami memperkirakan potensi penguatan IHSG sudah cenderung terbatas, sehingga dalam waktu dekat IHSG akan terkoreksi terlebih dahulu ke arah 6,220-6,260 untuk membentuk wave ii. Setelahnya, IHSG berpotensi untuk melanjutkan penguatannya kembali ke area 6,400. Skenario ini berlaku selama IHSG tidak terkoreksi menembus 6,148.
Support: 6,200, 6,140
Resistance: 6,350, 6,400

AKRA - Buy on Weakness (4,270)

Selama AKRA tidak turun kembali menembus 3,670, maka AKRA sedang berada pada awal wave (C). Posisi AKRA saat ini kami perkirakan akan membentuk wave 2 dari wave (C). Selanjutnya, AKRA berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave 3.
Buy on Weakness: 4,070-4,240
Target Price: 4,440, 4,870
Stoploss: below 3,670

ANTM - Buy on Weakness (1,070)
Posisi ANTM saat ini kami perkirakan sedang berada pada awal wave 5 dari wave (C), hal ini berarti ANTM masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya kembali. Adapun target penguatan ANTM terdekat berada pada level 1,130.
Buy on Weakness: 1,040-1,070
Target Price: 1,130, 1,200, 1,310
Stoploss: below 1,010

PGAS - Buy on Weakness (1,920)
Penguatan yang terjadi pada PGAS kami perkirakan merupakan bagian dari wave (ii), dimana PGAS berpotensi untuk terkoreksi kembali. Setelah selesai mengkonfirmasi wave (ii), selanjutnya PGAS berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave (iii).
Buy on Weakness: 1,820-1,900
Target Price: 2,000, 2,170, 2,250
Stoploss: below 1,770

JPFA - Sell on Strength (1,575)
Penutupan pekan lalu, JPFA ditutup melemah 2,48% dan kami memperkirakan JPFA masih berpotensi terkoreksi kembali untuk membentuk wave [c] dari wave B. Koreksi minimal JPFA diperkirakan berada pada 1,520 dan idealnya 1,380.
Sell on Strength: 1,575-1,650

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAYBANK INDONESIA PERKENALKAN APLIKASI MOBILE BANKING M2U

IQPlus,  PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkenalkan mobile banking baru yaitu Maybank app M2U. Aplikasi itu diperkenalkan pada saat pengambilan paket lomba atau yang lebih dikenal dengan Race Pack Collection (RPC) di Maybank Marathon 2019. Adapun semua transaksi selama RPC makin mudah dengan adanya M2U. Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan sejalan dengan perkembangan teknologi digital, Maybank Indonesia fokus pada optimalisasi teknologi digital untuk memberikan pengalaman nasabah yang lebih baik di seluruh touchpoints. Ini ditandai dengan pengenalan M2U, aplikasi mobile banking dengan platform baru yang menawarkan 24/7. "Yaitu kemudahan layanan perbankan yang dapat diakses di manapun dan kapanpun sehingga memberikan customer experience yang lebih baik," kata Taswin, Senin. M2U muncul dengan tampilan yang lebih baru dan semakin fresh, berbeda dengan tampilan sebelumnya dan menawarkan serangkaian fitur unggulan, yakni tampilan yang modern dan...

Cara Membaca Indikator MACD Saham

Bagaimana cara membaca indikator MACD saham ? Bagaimana  cara menggunakan indikator MACD ? Mari kita  belajar indikator MACD  bersama-sama.  Indikator MACD  ini adalah salah satu  indikator saham paling akurat . Jadi jika kita mengerti  cara setting MACD  dan cara menggunakannya, ini tentu akan membantu memberikan keuntungan untuk kita. Penemu  Indikator MACD  adalah Gerald Appel pada tahun 1960-an. MACD adalah singkatan dari  Moving Average Convergence Divergence .  Kegunaan indikator MACD  atau  fungsi indikator MACD  adalah untuk memprediksi peralihan tren dan perubahan momentum. Inilah yang membuat indikator MACD menjadi sangat penting bagi seorang trader atau investor saham. Cara Membaca Indikator MACD Saham Pada  indikator MACD  kita bisa melihat oscilator yang dibagi menjadi dua bagian yang tidak memiliki limit terendah maupun tertinggi, juga terdapat Histogram (warna Biru), yang dipisa...

PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT AGUNG PODOMORO JADI idBBB+

PEFINDO telah menaikkan peringkat PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dan Obligasi Berkelanjutan I/2014-2015 menjadi "idBBB+" dari "idBBB". Peningkatan peringkat mencerminkan pandangan kami bahwa risiko pembiayaan kembali dan likuiditas APLN terkait dengan pinjaman sindikasi sebesar Rp1,2 triliun serta Obligasi I/2014-2015 fase III sebesar Rp451 miliar dan Obligasi I/2014-2015 fase IV sebesar Rp99 miliar yang akan jatuh tempo masing-masing pada 30 September 2019, 19 Desember 2019, dan 25 Maret 2020, akan berkurang, dimana APLN telah mendapatkan dana dari SSG Capital Management Ltd senilai USD127 juta serta uang muka pemegang saham senilai Rp800 miliar, yang akan digunakan untuk membayar kembali utang yang akan jatuh tempo tersebut. Selain itu, APLN telah mendapatkan persetujuan untuk percepatan pelunasan Obligasi I/2014-2015 Tahap III dan Obligasi I/2014-2015 Tahap IV dari para pemegang Obligasi, dimana pembayarannya akan dilakukan selambat-lambatnya tujuh hari ker...