Langsung ke konten utama

Analisa Saham HMSP, AALI, PSAB dan BNLI


Saham HMSP
Saham ini terus mengalami pelemahan dari level 3700 ke level saat ini di 2680. Tren penurunan belum selesai karena pada dasarnya saham ini masih berada di bawah rangkaian moving average-nya. Jika saham ini gagal kembali dan bertahan di atas 2680, ada kecenderungan pelemahan ke 2050 hingga 1800.
Rekomendasi: Sell on rebound. Hindari dulu.
https://galerisaham.com/how-low-can-you-go-hmsp/

Saham AALI
AALI saat ini membentuk higher low dan menguji area konsolidasi barunya. Jika mampu menguat menembus resisten konsolidasi di 10950, terbuka ruang kenaikan menuju 12325 dengan minor target 11675.

MACD yang masih menurun mengindikasikan saham ini masih akan berkonsolidasi beberapa waktu kedepan.
Rekomendasi: Buy jika break 10950. Stoploss level 10450.
https://galerisaham.com/aali-berpeluang-bergerak-positif-buy-jika-breakout/

Saham PSAB
Saham ini berhasil menguat sejak ulasan di atas mencapai target kenaikannya di 296. Konsolidasi yang terjadi beberapa waktu terakhir setelah target tercapai membentuk pondasi yang lebih kuat untuk kenaikan selanjutnya. Jika PSAB mampu menembus resisten konsolidasi di 294, terbuka ruang kenaikan menuju 408 dengan minor target 324. MACD yang mulai meningkat menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan positif.
Rekomendasi: Buy jika break 294. Stoploss level 264.
https://galerisaham.com/psab-mencapai-target-kenaikan-awal-bullish/

Saham BNLI
BNLI secara teknikal berpeluang bergerak bullish, dimana saham ini menguji down trend resist line ketiga-nya di kisaran 1065. Resisten minor di level 985 telah dilampaui mengindikasikan trend yang positif. Target kenaikan ada di level 1480 dengan minor target di 1280 dan 1125. MACD yang berpeluang golden cross menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan positif.
Rekomendasi: Buy. Stoploss level 950.
https://galerisaham.com/bnli-new-bullish-phase/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TELKOMGROUP DUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR IBU KOTA BARU

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung penuh rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur melalui pembangunan infrastruktur yang telah dibangun jauh sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah melakukan pemerataan konektivitas di seluruh negeri dengan menggelar jaringan tulang punggung pita lebar serat optik. "Jaringan infastruktur 'backbone' digital yang telah digelar ini membuat posisi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan berada tepat di tengah-tengah Nusantara sehingga memiliki akses digital dengan kecepatan dan keandalan tinggi menuju seluruh pelosok Indonesia," katanya. Pemerataan konektivitas dan akses informasi hingga ke seluruh pelosok negeri juga menjadi satu hal yang ditekankan Ririek dalam menyambut Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September. Lebih lanjut, khusus wilayah...

Kelebihan Pasokan Ayam Masih Mengancam, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham Poultry

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan bagi industri perunggasan atau poultry masih cukup besar di sisa tahun ini. Ini seiring pelemahan harga ayam jenis broiler dan day old chicken (DOC) yang masih terjadi. Sebelumnya, pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, memandatkan kepada 48 produsen unggas di Indonesia melakukan program culling atau pemusnahan ayam broiler berusia di atas 68 minggu. Program ini digelar pada 26 Juni sampai 9 Juli lalu. Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin mengatakan, pasca pelaksanaan program tersebut, harga rata-rata ayam hidup di Juli sebenarnya mulai pulih. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama. Buktinya, di sejumlah daerah, harga rata-rata ayam hidup kembali turun. Misalnya di Jawa Barat, harga rata-rata ayam hidup di Agustus turun sekitar 10,9% dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan harga terjadi lantaran permintaan masyarakat terhadap ayam cenderung melambat. Bahkan, Idul Adha gagal mengangkat permintaan terhadap ayam. Pelemahan ini pun berla...

Perubahan Jam Bursa Saham Indonesia