Langsung ke konten utama

Analisa Saham PTRO, MEDC dan TKIM


PTRO

Saham PTRO telah berhasil menembus short term downtrend resistance line. Saat ini PTRO bersiap untuk mengakhiri konsolidasinya dengan melewati resistance minor di level 1475. Apabila resistance tersebut dapat dilampaui, maka PTRO berpeluang menuju target terdekat di level 1600. Jika nantinya kenaikan saham ini kuat dan mampu berlanjut terus, maka PTRO akan menuju target berikutnya dikisaran 1715 hingga 1780. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik mendekati centreline, mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak positif.
Rekomendasi: Buy jika break out 1475. Batasi resiko jika kembali bergerak turun dan gagal bertahan di 1390.
https://step-trader.com/2019/09/11/bearish-sentiment-overdone-ptro-ready-to-rebound/

MEDC

Saham MEDC masih bergerak turun dan tertahan di area support 715. Selama bertahan diatas support tersebut dan mampu rebound, maka terbuka peluang bagi MEDC untuk bergerak naik menguji area resistance 820. Apabila nantinya MEDC mampu melewati 820, maka saham ini akan mengakhiri tren turunnya dan mulai bergerak naik menuju target di level 880. Indikator teknikal MACD yang telah golden cross dan meningkat, mengindikasikan bahwa saham ini berada dalam fase pergerakan positif.
Rekomendasi: Spekulasi Buy. Batasi resiko jika kembali turun dan gagal bertahan di 715.
https://step-trader.com/2019/09/11/mampukah-medc-bergerak-menguat-lagi/

TKIM

Saham TKIM menguji area resisten minornya di kisaran 10050 – 11000. Jika area ini dapat dilampaui, terbuka ruang kenaikan menuju level previous high di 13175. Level 13175 merupakan level penting bagi TKIM. Jika mampu dilampaui, saham ini berpeluang bergerak bullish dimana target kenaikan awal ada di level 15850. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan positif.
Rekomendasi: Buy di kisaran 10050 – 10350. Stoploss level 9300.
https://galerisaham.com/tkim-di-awal-fase-bullish-barunya/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TELKOMGROUP DUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR IBU KOTA BARU

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung penuh rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur melalui pembangunan infrastruktur yang telah dibangun jauh sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah melakukan pemerataan konektivitas di seluruh negeri dengan menggelar jaringan tulang punggung pita lebar serat optik. "Jaringan infastruktur 'backbone' digital yang telah digelar ini membuat posisi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan berada tepat di tengah-tengah Nusantara sehingga memiliki akses digital dengan kecepatan dan keandalan tinggi menuju seluruh pelosok Indonesia," katanya. Pemerataan konektivitas dan akses informasi hingga ke seluruh pelosok negeri juga menjadi satu hal yang ditekankan Ririek dalam menyambut Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September. Lebih lanjut, khusus wilayah...

Kelebihan Pasokan Ayam Masih Mengancam, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham Poultry

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan bagi industri perunggasan atau poultry masih cukup besar di sisa tahun ini. Ini seiring pelemahan harga ayam jenis broiler dan day old chicken (DOC) yang masih terjadi. Sebelumnya, pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, memandatkan kepada 48 produsen unggas di Indonesia melakukan program culling atau pemusnahan ayam broiler berusia di atas 68 minggu. Program ini digelar pada 26 Juni sampai 9 Juli lalu. Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin mengatakan, pasca pelaksanaan program tersebut, harga rata-rata ayam hidup di Juli sebenarnya mulai pulih. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama. Buktinya, di sejumlah daerah, harga rata-rata ayam hidup kembali turun. Misalnya di Jawa Barat, harga rata-rata ayam hidup di Agustus turun sekitar 10,9% dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan harga terjadi lantaran permintaan masyarakat terhadap ayam cenderung melambat. Bahkan, Idul Adha gagal mengangkat permintaan terhadap ayam. Pelemahan ini pun berla...

Perubahan Jam Bursa Saham Indonesia