Langsung ke konten utama

BTN CARI PERUSAHAAN CANGKANG MODAL VENTURA UNTUK SUNTIK LINKAJA


IQPlus, PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) menyatakan perusahaan modal ventura yang akan diakuisisi, yakni PT Sarana Papua Ventura, akan dijadikan perusahaan cangkang bagi perseroan untuk menyuntik modal kepada PT Fintek Karya Nusantara, entitas BUMN pengelola sistem pembayaran LinkAja.

Direktur Finansial dan Treasuri BTN Nixon Napitupulu di Jakarta, Selasa, mengatakan Sarana Papua Ventura (SPV) saat ini memang non-aktif. Maka itu pula modal ventura itu tepat dijadikan "kendaraan" agar BTN dapat memilki saham di perusahaan sistem pembayaran.

Selain itu dari segi efisiensi, BTN hanya menginvestasikan tidak lebih dari Rp10 miliar untuk mengambil alih Sarana Papua yang ditargetkan terealisasi sebelum Oktober 2019.

"Sarana Papua Ventura memang inaktiva, seperti membeli perusahaan cangkang sebagai kendaraan (vehicle) untuk masuk ke Finarya dan urusan transaksi 'fintech' (finansial berbasis teknologi) kami nantinya juga akan kami pakai mereka," ujar Nixon.

Nixon menjelaskan pembelian Sarana Papua tidak akan melebihi Rp10 miliar karena nilai asetnya memang berada di harga tersebut. Maka dari itu, total ekuitas Sarana Papua juga berada di bawah Rp10 miliar.

BTN hingga saat ini masih terus bernegosiasi dengan Sarana Papua Ventura untuk mekanisme pembeliannya. Sarana Papua pada nantinya akan menerbitkan saham baru dan BTN akan membeli saham baru tersebut.

Untuk menyuntik LinkAja, BTN ditargetkan dapat menyetorkan modal 6,13 persen dari akumulasi modal yang disetor senilai Rp1,65 triliun. Penyertaan modal oleh BTN pertama kali akan dilakukan pada Oktober, dan Desember 2019.

PT Sarana Papua Ventura (SPV) merupakan anak usaha PT Bahana Artha Ventura, yang merupakan afiliasi anak usaha dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Persero. Pemilihan SPV oleh BTN juga menjadi sinergi BUMN yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perubahan Jam Bursa Saham Indonesia

TELKOMGROUP DUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR IBU KOTA BARU

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung penuh rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur melalui pembangunan infrastruktur yang telah dibangun jauh sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah melakukan pemerataan konektivitas di seluruh negeri dengan menggelar jaringan tulang punggung pita lebar serat optik. "Jaringan infastruktur 'backbone' digital yang telah digelar ini membuat posisi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan berada tepat di tengah-tengah Nusantara sehingga memiliki akses digital dengan kecepatan dan keandalan tinggi menuju seluruh pelosok Indonesia," katanya. Pemerataan konektivitas dan akses informasi hingga ke seluruh pelosok negeri juga menjadi satu hal yang ditekankan Ririek dalam menyambut Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September. Lebih lanjut, khusus wilayah...

Tiga BUMN Menikmati Gurihnya Bisnis Bank Garansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank BUMN optimistis bisnis kredit non tunai melalui layanan bank garansi masih memiliki potensi untuk tumbuh di tahun ini. Prospeknya sejalan dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya telah berhasil membukukan volume bisnis jasa bank garasi sebesar Rp 20,5 triliun hingga Agustus 2019. Dari situ, BRI telah berhasil membukukan pendapatan komisi sebesar Rp 107,2 miliar. "Sektor penyumbang terbesar bisnis bank garansi BRI berasal dari konstruksi dan perdagangan," ungkap Hary Purnomo, Sekretaris BRI, Rabu (18/9). Untuk mendorong pertumbuhan bisnis bank garansi, BRI melakukan inovasi berupa penerbitan bank garansi (BG), standby letter of credit (SBLC) dan demand guarantee secara online. Melalui inovasi tersebut, pengajuan bank garansi serta proses pengecekan dapat dilakukan secara digital melalui sistem cash management BRI. Bisnis bank garansi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga hingga Agust...