Langsung ke konten utama

MEDCO KELOLA POTENSI PANAS BUMI BONJOL PASAMAN


IQPlus, (11/09) - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat Hery Martinus menyatakan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Bonjol Kabupaten Pasaman akan dikelola oleh PT Medco Energi Internasional Tbk.

"Potensi panas bumi Bonjol dengan kapasitas 60 megawatt sudah selesai dilelang, dan pengembangnya PT Medco, sekarang mereka sudah mulai survei awal," katanya saat mendampingi Dirjen EBTKE FX Sutijastoto meninjau PLTP Solok Selatan, Selasa.

Untuk pengembangan energi panas bumi di Sumbar, pengembang bisa belajar dari PT Supreme Energy di Solok Selatan dimana mereka sudah bisa mengidentifikasi masalah.

Misalnya penolakan oleh masyarakat bisa diselesaikan secara baik, penolakan terjadi karena pemahaman mereka belum tepat serta pendekatan sosial yang tidak tepat.

Oleh sebab itu katanya, sebelum PT Medco memulai hal teknis sebaiknya lakukan pendekatan dulu ke masyarakat.

"Keberhasilan Supreme Energi bisa jadi contoh bagi investor lain di Sumbar, yakni bagaimana melakukan pendekatan sosial yang baik," ujarnya.

Pendekatan sosial yang dilakukan katanya, harus sesuai dengan kebiasaan masyarakat sekitar dan itu bisa dilakukan dengan memberdayakan potensi di daerah itu.

Untuk pengelolaan panas bumi Bonjol di Pasaman katanya, pihaknya akan mengundang PT Supreme Energi untuk berbagi pengalaman bagaimana mereka sejak 2008 sudah mengidentifikasi masalah sosial dan membuat strategi penyelesaiannya.

Menurut dia dengan pendekatan sosial yang tepat, maka semuanya akan berjalan mudah dan pemahaman masyarakat juga tidak keliru.

Proyek panas bumi sendiri katanya merupakan proyek ramah lingkungan dan aman.

"Kalau 18 titik potensi panas bumi di Sumbar dikelola dengan baik, maka provinsi ini bisa jadi lumbung energi," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TELKOMGROUP DUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR IBU KOTA BARU

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung penuh rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur melalui pembangunan infrastruktur yang telah dibangun jauh sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah melakukan pemerataan konektivitas di seluruh negeri dengan menggelar jaringan tulang punggung pita lebar serat optik. "Jaringan infastruktur 'backbone' digital yang telah digelar ini membuat posisi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan berada tepat di tengah-tengah Nusantara sehingga memiliki akses digital dengan kecepatan dan keandalan tinggi menuju seluruh pelosok Indonesia," katanya. Pemerataan konektivitas dan akses informasi hingga ke seluruh pelosok negeri juga menjadi satu hal yang ditekankan Ririek dalam menyambut Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September. Lebih lanjut, khusus wilayah...

Perubahan Jam Bursa Saham Indonesia

Tiga BUMN Menikmati Gurihnya Bisnis Bank Garansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank BUMN optimistis bisnis kredit non tunai melalui layanan bank garansi masih memiliki potensi untuk tumbuh di tahun ini. Prospeknya sejalan dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya telah berhasil membukukan volume bisnis jasa bank garasi sebesar Rp 20,5 triliun hingga Agustus 2019. Dari situ, BRI telah berhasil membukukan pendapatan komisi sebesar Rp 107,2 miliar. "Sektor penyumbang terbesar bisnis bank garansi BRI berasal dari konstruksi dan perdagangan," ungkap Hary Purnomo, Sekretaris BRI, Rabu (18/9). Untuk mendorong pertumbuhan bisnis bank garansi, BRI melakukan inovasi berupa penerbitan bank garansi (BG), standby letter of credit (SBLC) dan demand guarantee secara online. Melalui inovasi tersebut, pengajuan bank garansi serta proses pengecekan dapat dilakukan secara digital melalui sistem cash management BRI. Bisnis bank garansi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga hingga Agust...