Langsung ke konten utama

SUNARSO JADI DIREKTUR UTAMA BANK BRI


IQPlus, - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank BRI menyetujui Sunarso sebagai Direktur Utama BRI menggantikan Suprajarto.

"RUPSLB menyetujui penunjukkan Sunarso sebagai Direktur Utama," kata Sunarso yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BRI saat membacakan hasil RUPSLB tersebut di Jakarta, Senin.

RUPSLB juga menetapkan direksi baru yaitu Catur Budi Harto sebagai Wakil Direktur Utama, kemudian Herdy Rosady Harman, Agus Sudiarto, Agus Noorsanto dan Azizatun Azhimah masing-masing menjabat sebagai Direktur Bank BRI. Sementara Loeke Larasati Agoestina sebagai Komisaris Bank BRI.


Pengangkatan direksi baru ini akan berlaku efektif setelah uji kemampuan dan kepatutan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam kesempatan ini, RUPSLB memberhentikan dengan hormat Sis Apik Wijayanto, Osbal Saragi Rumahorbo, Sophia Alizsa dan Mohammad Irfan sebagai direksi bank tersebut.



Selain perubahan pengurus, RUPSLB ikut membahas kinerja keuangan BRI hingga akhir semester I-2019 yang secara konsolidasi tumbuh positif secara berkelanjutan.


Dari sisi profitabilitas, laba bersih Bank BRI tercatat sebesar Rp16,16 triliun atau tumbuh 8,2 persen (yoy) yang didukung oleh penerapan strategi bisnis bank yang konsisten dengan pertumbuhan maupun kualitas kredit yang baik.

Selain itu, pertumbuhan pendapatan alternatif, seperti fee based income, recovery dan efisiensi biaya yang cukup terjaga, baik dari sisi operasional maupun biaya pencadangan kredit, juga mencatatkan kinerja baik.

RUPSLB juga menyetujui pengkinian rencana aksi yang memuat perubahan trigger level, opsi pemulihan dan pemenuhan kecukupan dan kelayakan instrumen utang atau investasi yang memiliki karakteristik modal yang dimiliki.

Berikut susunan pengurus baru Bank BRI hasil RUSLB:
Dewan Komisaris

Komisaris Utama/Komisaris Independen: Andrinof A. Chaniago
Wakil Komisaris Utama: Wahyu Kuncoro
Komisaris Independen : A Fuad Rahmany
Komisaris Independen : Hendrikus Ivo
Komisaris Independen : A Sonny Keraf
Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim
Komisaris: Hadiyanto
Komisaris: Nicolaus Teguh Budi Harjanto
Komisaris: Loeke Larasati Agoestina

Dewan Direksi

Direktur Utama: Sunarso
Wakil Direktur Utama: Catur Budi Harto
Direktur Manajemen Risiko: Agus Sudiarto
Direktur Human Capital: Herdy Rosadi Harman
Direktur Keuangan: Haru Koesmahargyo
Direktur Hubungan Kelembagaan: Agus Noorsanto
Direktur Kecil, Ritel dan Menengah: Priyastomo
Direktur Teknologi Informasi dan Operasi: Indra Utoyo
Direktur Bisnis Mikro: Supari
Direktur Jaringan dan Layanan: Ahmad Solichin Luftiyanto
Direktur Kepatuhan: Azizatun Azhimah
Direktur Konsumer: Handayani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TELKOMGROUP DUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR IBU KOTA BARU

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung penuh rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur melalui pembangunan infrastruktur yang telah dibangun jauh sebelum adanya wacana pemindahan ibu kota. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah melakukan pemerataan konektivitas di seluruh negeri dengan menggelar jaringan tulang punggung pita lebar serat optik. "Jaringan infastruktur 'backbone' digital yang telah digelar ini membuat posisi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan berada tepat di tengah-tengah Nusantara sehingga memiliki akses digital dengan kecepatan dan keandalan tinggi menuju seluruh pelosok Indonesia," katanya. Pemerataan konektivitas dan akses informasi hingga ke seluruh pelosok negeri juga menjadi satu hal yang ditekankan Ririek dalam menyambut Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap tanggal 27 September. Lebih lanjut, khusus wilayah...

Kelebihan Pasokan Ayam Masih Mengancam, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham Poultry

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan bagi industri perunggasan atau poultry masih cukup besar di sisa tahun ini. Ini seiring pelemahan harga ayam jenis broiler dan day old chicken (DOC) yang masih terjadi. Sebelumnya, pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, memandatkan kepada 48 produsen unggas di Indonesia melakukan program culling atau pemusnahan ayam broiler berusia di atas 68 minggu. Program ini digelar pada 26 Juni sampai 9 Juli lalu. Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin mengatakan, pasca pelaksanaan program tersebut, harga rata-rata ayam hidup di Juli sebenarnya mulai pulih. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama. Buktinya, di sejumlah daerah, harga rata-rata ayam hidup kembali turun. Misalnya di Jawa Barat, harga rata-rata ayam hidup di Agustus turun sekitar 10,9% dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan harga terjadi lantaran permintaan masyarakat terhadap ayam cenderung melambat. Bahkan, Idul Adha gagal mengangkat permintaan terhadap ayam. Pelemahan ini pun berla...

Perubahan Jam Bursa Saham Indonesia